PENGERTIAN KURIKULUM

A. Pendahuluan

Kurikulum dalam arti sempit diartikan sebagai kumpulan berbagai mata pelajaran/mata kuliah yang diberikan kepada peserta didik melalui kegiatan yang dinamakan proses pembelajaran. Akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya sosio-teknologi maka kurikulum diartikan secara lebih luas sebagai keseluruhan proses pembelajaran yang direncanakan dan dibimbing di sekolah, baik yang dilaksanakan di dalam kelompok atau secara individual, di dalam atau di luar sekolah (Kerr dalam Kelly, 1982).

Dalam pengertian ini tercakup di dalamnya sejumlah aktivitas pembelajaran di antara subyek didik dalam melakukan transformasi pengetahuan, keterampilan dengan menggunakan berbagai pendekatan proses pembelajaran atau menggunakan metode belajar dan mendaya gunakan segala teknologi pembelajaran. Namun demikian, bahwa konsep kurikulum sebagai urutan sejumlah mata pelajaran tetap menjadi dasar yang substansial dalam rancangan atau menyusun desain kurikulum.

Inti dari kurikulum menurut Tyler (1949) adalah suatu jawaban secara menyeluruh terhadap beberapa pertanyaan berikut ini:
1. Tujuan-tujuan apa dan maksud-maksud apa yang hendak dicapai oleh sekolah?
2. Kesempatan-kesempatan belajar apa yang dipilih agar terjadi perubahan tingkah laku sesuai dengan harapan?
3. Bagaimana unsur-unsur belajar disusun?
4. Bagaimana penilaian untuk mengetahui keberhasilannya?

Jika keempat jawaban pertanyaan itu telah terjawab, itulah yang dimaksud dengan kurikulum. Perlu dipahami juga bahwa kehadiran atau penyusunan kurikulum memerlukan landasan agar memiliki pijakan yang kuat. Beberapa landasan yang diperlukan yaitu:
1. Landasan filsafat
2. Landasan sosiologis
3. Landasan psikologis.

Di Indonesia, tujuan kurikulum tertera pada UU SISDIKNAS Tahun 2003 Bab I Pasal 1 poin 19 disebutkan bahwa : kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan megenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Tentu masih mengambang di dalam pikiran kita apa sebenarnya hakikat kurikulum itu ? Untuk itu kali ini pemakalah akan membahas tentang Pengertian Kurikulum. Diharapkan dengan makalah ini kita semua dapat memahami pengertian kurikulum, walaupun isi makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.

B. Pembahasan
1. Pengertian Kurikulum.

Kurikulum berasal dari bahasa Latin yang kata dasarnya adalah currere, yang berarti lapangan perlombaan lari. Maksudnya adalah dilapangan tersebut ada batas start dan batas finish. Di dalam lapangan pendidikan pengertian tersebut dijabarkan bahwa bahan ajar sudah ditentukan secara pasti, darimana dimulai dan kapan harus di akhiri serta bagaimana cara untuk menguasai bahan agar dapat mencapai gelar.

Dulu kurikulum pernah diartikan sebagai “ Rencana Pelajaran “, yang terbagi atas rencana pelajaran minimum dan rencana pelajaran terurai. Dalam kenyataannya disekolah rencana tersebut tidak semata-mata hanya membicarakan proses pengajaran saja, bahkan yang dibahas lebih luas lagi, yaitu mengenai masalah pendidikan. Oleh karena itu istilah “ Rencana Pelajaran ” kiranya kurang mengena.

Akibat dari berbagai perkembangan, terutama perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi, konsep kurikulumpun terus ikut menerobos dimensi ruang dan waktu. Artinya, kurikulum mengambil bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar tidak hanya terbatas ruang dan watu sekarang saja, akan tetapi juga mengambil pelajaran dari masa lampau dan yang akan datang. Demikian juga tidak hanya mengambil berbagai bahan ajar setempat ( lokal ) yang kemudian dikenal dengan kurikulum muatan lokal, tetapi juga berbagai bahan ajar yang bersifat nasional yang kemudian dikenal dengan ( kurnas ) dan lebih luas lagi berdifat internasional atau global.

Jadi, walaupun bahan ajar diambil dari masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang, namun kurikulum tersebut harus harus sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, GBHN, UU SISDIKNAS, PP No.27 dan 30, dan adat istiadat dan sebagainya.

Kemuadian Dr.E. Mulyasa, M.Pd. dalam bukunya yang berjudul Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, 2007 menjelaskan pengertian kurikulum yaitu : seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar, dan hasil belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembvelajaran untuk mencapai kompetensi dasar pendidikan dan tujuan pendidikan.

Dari sedikit penjabaran diatas disimpulkan bahwa kurikulum itu ialah : suatu program pendidikan, yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang di programkan, direncanakan, dirancangkan secara sistematis atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.

2. Unsur-Unsur dalam Defenisi Kurikulum.
a. Seperangkat rencana.
Di dalamnya berisikan berbagai rencana yang berhubungfan dengan proses pembelajaran. Sesuai dengan kata intinya adalah “ Rencana “. Maka sifatnya fleksibel.

b. Pengaturan Mengenai Isi dan Bahan Pelajaran.
Bahan pelajaran ada yang di atur oleh pusat KURNAS ( kurikulum nasional ) dan adapula oleh daerah setempat KURMULOK ( kurikulum muatan lokal ).

c. Pengaturan Cara yang Digunakan.
Cara mengajar yang digunakan ( Delivery System ) ada berbagai macam, misalnya ceramah, diskusi, demonstrasi, Inquiri, resitasi, membuat laporan portofolio dan sebagainya. Disarankan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, hendaknya menggunakan pendekatan yang student centered, bukan yang teacher centered. yang bersifat Heuristis dan bukan yang bersifat Ekspositoris.

d. Sebagai Pendoman Kegiatan Belajar Mengajar.
Penyelenggara proses KBM tersiri atas tenaga kependidikan, yaitu anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyenggaraan kependidikan, sedang tenaga pendidikan yaitu anggota masyarakat yang bertugas membimbing dan melatih peserta didik.

Masih dalam lingkup pengertian kurikulim, banyak ahli kurikulum mengemukakan berbagai pengertian kurikulum, pastinya diantara satu dengan lainnya terdapat perbedaan dan kesamaan, misalnya :

1. William B. Ragan.
Kurikulum ialah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung jawab sekolah.

2. Robert S. Flaming.
Pendapat Falaming sama dengan pendapat Ragan, yaitu kurikulum pada sekolah modern dapat didefenisikan seluruh pengalaman belajar anak yang menjadi tanggung jawab sekolah.

3. David Praff.
Kurikulum ialah seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusat pelatihan. Defenisi tersebut dijelaskan sebagai berikut :
a. Rencana tersebut dalam bentuk tulisan.
b. Rencana tersebut ialah rencana kegiatan.
c. Kurikulum tersebut berisikan hal-hal sebagai berikut :
• Siswa mau dikembangkan kemana?.
• Bahan apa yang akan diajarkan?.
• Alat apa yang akan digunakan?.
• Bagaimana cara mengevaluasiya?.
• Bagaimana kualitas guru yang diperlukan?.
d. Kurikurlum dilaksanakan dalam pendidikan formal.
e. Kurikulum disusun secaqra sitematis.
f. Pendidikan latihan mendapat perhatian.

4. Donald F. Gay (1960) dalam Asnah Said, menggunakan beberapa perumusan kurikulum sebagai berikut :
a. Kurikulum terdiri atas sejumlah bahan pelajaran yang logis.
b. Kurikulum terdiri atas pengalaman belajar yang direncanakan untuk membawa perubahan prilaku anak.
c. Kurikulum merupakan desain kelompok sosial untuk menjadi pengalaman belajaran anak disekolah.
d. Kurikulum terdiri atas semua pengalaman yang mereka lakukan dan rasakan dibawah bimbingan belajar.

5. Nengky and Evars (1967)
Kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan dan dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik.

6. Inlow (1966)
Kurikulum adalah susunan rangkaian dari hasil belajar yang disengaja. Kurikulum menggambarkan ( atau paling tidak mengantisipasi ) dari hasil pengajaran.

7. Saylor (1958)
Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk memengaruhi proses belajar mengajar baik langsung di kelas, tempat bermain, atau diluar sekolah.

Dalam pelaksanaannya, pengertian kurikulum tergantung dari sudut pandangnya. Keterangan dapat dipaparkan sebagai berikut ; Walaupun hanya ada satu kurikulum tertulis yang disusun oleh satu kelompok kerja yang terdiri atas berbagai ahli bidang studi, kalau satu kurikulum tertulis tersebut ada di tiga orang guru, maka akan terjadi tiga macam kurikulum yang diberikan. Kalau setiap guru tersebut menghadapi 30 orang siswa maka akan terjadi tiga macam kurikulum yang akan diterima.

3. Berbagai Macam Terminologi dalam Kurikulum

Terminologi ini hanya untuk memperkaya pengetahuan kita tentang pengertian kurikulum, diantaranya adalah :
a. Core Curriculum ( Alberty 1953 )
Core artinya inti, dalam kurikulum berarti pengalaman belajar yang harus diberikan baik yang berupa kebutuhan individu maupun kebutuhan umum. Alberty mengungkapkan ada enam jenis Core program, yang diakhir tulisannya ia mengambil keimpulan bahwa Core Curriculum adalah sebagai berikut :
• Tujuan yang mendasar dan luas.
• Bahan terdiri atas berbagai pengalaman belajar yang disusun atas dasar unit kerja.
• Metode yang dugunakan sangat fleksibel.
• Bimbingan belajar sangat diperlukan.

b. Hidden Curriculum.
Sesuai dengan namanya Hidden Curriculum berarti kurikulum yang tersembunyi. Maksudnya kurikulum ini tidak direncanakan, tidak dirancang, tidak deprogram, akan tetapi mempunyai pengaruh baik sacara langsung maupun tidak langsung terhadap out put dari proses belajar mengajar.
– Valance (1973), ia mengatakan bahwa Hidden Curriculum meliputi yang tidak dipelajari dari program sekolah yang nonakademik.
– Kohelberg (1970), ia mengatakan bahwa Hidden Curriculum sebagai hal yang berhubungan dengan pendidikan moral dan peran guru dalam mentranformasikan standar moral.
c. Robert S. Zais (1981), ia mengungkapkan berbagai terminologi dalam kurikulim, diantaranya sebagai berikut :
1. Curriculum Foundation
Artinya Pondas kurikulum. Maksunya adalah asas-asas kurikulum mengingatkan bahwa menyusun kurikulum hendaknya memperhatikan filsafat bangsa yang dinamis, keadaan mesyarakat beserta kebudayaannya, hakikat anak dan teori belajar.

2. Curriculum Contruction
Artinya Kontruksi Kurikulum. Maksudnya ini membahas berbagai komponen kurikulum dengan berbagai pertanyaan, misalnya seperti, apa masyarakat yang baik itu?, ke arah mana tujuan pendidikan itu?, apa hakikat mansia?, apa hidup yang baik itu?, apa ilmu pengetahuan itu?, dan lain-lainnya.

3. Curriculum Developmen,
Curriculum Development atau pengembangan kurikulum membahas berbagai macam model pengembangan kurikulum selanjutnya. Yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum adalah : siapa yang berkepentingan, guru, tenaga bukan pengajar, orang tua, atau siswa?. Siapa yang akan terlibat dalam pelaksanaan pengembangan kurikulum?, pihak karyawan, komisi-komisi yang akan dibentuk?, bagaimana cara mengaturnya?, bagaimana cara pengorganisasiannya.?.dll

4. Curriculum Imlementation,
Curriculum Imlementation membicarakan sejauhmana kurikulum dilaksanakan dilapangan, dari itu perlu pantauan dan mengavaluasi kembali untuk kedepannya.

5. Curriculum Engineering,
6. Curriculum Engineering disebut juga pengembangan kurikulum.
Beauchamp (1981) mendefenisikannya, yaitu proses yang memaksa untuk memfungsikan system kurikulum di sekolah. Dalam system ini ada tiga fungsi, yaitu :
a. Menghasilkan kurikulum.
b. Melaksankan kurikulum.
c. Menilai keefektifan kurikulum dan sitemnya.

C. Penutup
1. Kesimpulan.
a) Kurikulum itu adalah Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
b) Ada berbagai macam dan banyak defenisi Kurikulum.
c) Defenisi kurikulum terdapat persamaan dan perbedaan antara satu dengan yang lainya sesuai filsafat yang dianut oleh para ahli.
d) Walaupun banyak defenisi kurikulum yang sudah kita bahas di atas, namun kurikulum yang menjadi acuan pelaksanaan pendidikan di Indonesia adalah kurikulum yang tercantum sesuai dengan Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional ( UUSPN )
7. Kurikulum dapat di defenisikan dari berbagai sudut pandang, tergantung darimana cara memandanganya sehingga menjadikan berbagai interpretasi. Dengan istilah lain misalnya, Core Curriculum, Hidden Curriculum, Curriculum Foundation, Curriculum Contruction, Curriculum Developmen, Curriculum Imlementation, Curriculum Engineering, dll.

2. Kritik dan Saran
Kebenaran dan kesemprnaan hanya milik Azza Wajalla, dari itu kami menyakini dan mengakui dengan sepenuh hati, makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, dari itu kritikan dan saran sangat diharapkan untuk perbaikan makalah ini kedepannya, Semoga Allah menurunkan hidayahnya kepada kaum yang menuntut ilmu. Amiin…

D. Daftar Putaka

1. Prof. Drs.H.Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Rineka Cipta, Jakarta, 2010
2. Pfof. Dr. Anwar Arifin, Memahami Paradigm Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang SISDIKNAS, Dep.Agama
RI, Cetakan ketiga, Jakarta, 2003.
3. S. Nasuation, Asas-Asas Kurikulum, Bumi Aksara, Jakarta, 2008
4. Mulyas, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ), PT.Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s