Galeri

Seni Dalam Islam (Muhammad Juga Seniman)

Padang, 10 Juni 2012 Oleh : Laskar Charles Al Marbawy

Eemmmm…Karena kesibukan di akhir-akhir kuliah, mempersiapkan ini dan itunya, sampai-sampai teman terbaikku (blog’s) sampai terlupakan hingga lebih sebulan..Tapi Alhamdulillah sekarang daku sudah bisa bercengkrama lagi dengannya….

Soooo…..Topik kali ini insya Allah akan menuliskan selayang pandang tentang seni menurut padangan Islam. dikutip dari Ceramah di sebuah stasiun Televisi Republik Indonesia, pada tanggal 7 Mei 2012, Ba’da Shalat Subuh. Kalau tidak salah Nama Muballighnya Prof.Dr.H Nasaruddin Umar MA, Rektor di salahsatu perguruan tinggi Islam di Jakarta.

Pertanyaan yang mendasar soal Seni yang dilontarkan oleh pembawa acara kepada Profesor pada saat itu adalah, Seni seperti apa yang dibolehkan dalam Islam, dan Apakah musik kekinian sesuai dengan karakter Islam? Sambil tersenyum sang Profesor dan dengan nada rendah pasti beliau berkata, Muhammad bukanlah seorang figur yang kerjannya dari mesjid ke masjid, atau berda’wah terus-menerus keluar dan masuk kota. ditengah-tengah kesibukannya sebagai penyampai risalah Allah, Ia juga sebagai seorang penggemar seni. atau lebih tepatnya bahwa “Muhammad Juga Seniman”. Di dalam praktek kehidupannya, Rasulallah pernah mengundang seniman dari Habbasa untuk datang ke Masjid, dan bahkan kerumah Rasulallah. Tiba-tiba pada saat itu datang Abu Bakar dan terkejut melihanya, kemudian memanggil seniman itu dan bertanya pada seniman itu,….! Wahai Seniman, mengapa engkau berani masuk dan bernyayi di rumah rasulallah….? Tanya Abu Bakar. Belum sempat terjawab oleh seniman tersebut, kemudian Rasulallah datang dan berkata “Biarkan dia, Karena hari ini Hari Idul Fitri” (1)

Praktek lainnya dikatakan oleh Muballgh itu adalah, bahwa kalau ada saudagar datang dari luar, maka dia akan disambut dengan musik, termasuk juga acara walimahan, kemudian ketika Rasullah Hijrah juga disambut dengan shalwat badar……..(2) Hal yang tak kalah pentingnya adalah ketika Bilal Bin Rabah dilantik sebagai seorang Mu’azzin. Rasulallah sangat memujinya kalau itu kala suara Bilal yang sangat merdu, selain itu juga disyaratkannya Imam /diupayakannya Imam yang memiliki suara merdu, yang mampu menyentuh batin para jama’ahnya dan dapat menambah kekhusyukan ketika shalat….. Dalam Siarh Nabawiyyah, bahkan Imam Al Ghazali membuat khusus sendiri yang mengupas soal ini, yaitu BAB SENI. Kesimpulan umum dari bab itu adalah bahwa orang-orang yang tidak memiliki seni, hatinya akan keras. Seni akan bisa melenbutkan hati yang kasar, dan dapat mendekatkan diri kepada Allah, dan disatu sisi juga dijelaskan bahwa seni juga dapat menjauhkan kita dari Allah SWT. Na’udzubilllah. Jadi sepanjang seni itu mampu untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka itu juga baik untuk kita.

Satu Peristiwa penting lagi, bahwa tatkala seseorang yang bernama Rukanah yang sombong, dan mengatakan tidak akan ada orang yang mampu mengalahkannya. Ketika itu juga Rasulallah naik ke gelanggang, HIngga ronde ke tiga pukula Rasulallah mendarat ke pipi Rukhana, dan tidak bangkit lagi. Hal ini menggambarkan bahwa Seni (musik/olahraga atletik) sudah ada dimasa Rasulallah dan bahkan “tangan”nya sendiri.(3).

Diakhir tulisan ini saya ingin jelaskan sekali lagi kepada pembaca sekalian, bahwa artikel ini adalah kesimpulan/resume dari yang saya dengar disalahsatu stasiun televisi, dan tentunya dalam penulisan isi dan rangkaian kata-katanya pasti tidaklah sama dengan yang aslinya. Kemudian di akhir-akhir paragraf di atas ada diakhiri dengan angka-angka. berikut penjelasannya.

(1). Kalimat Inti “Rasullah memanggil seniman (penyanyi) ke Masjid dan kerumah Rasulalla ketika Idul Fitri”…Untuk hal ini saya memang belum membaca buku, atau haidts tentang hal itu.Apakah berita itu benar atau salah,..Kemudian untuk yang ke (2), Kalimat inti “Kedatangan saudagar disambut dengan musik, Walimahan dengan juga dengan musik”, juga demikian, saya belum membaca atau menemukan dalil tentang hal itu. dan terakhir yang ke (3), Kalimat inti ” Rasulallah turun ke gelanggang dan bermain gulat dengan Rukhana hingga tiga ronde”. Hal ini juga masih saya ragukan, apkah kata-kata di perhalus, ataukah memang begitu kenyataannya..

Hanya Allah yang tau. semoga Allah akan terus menurukan Ilmunya ke permukaan bumi ini, dan semoga kita termasuk orang-orang yang menerima Ilmu Allah tersebut..amiin… Wasslam .. laskarcharles.wordpress.com laskarcharles.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s