Galeri

Sipongah & Facebook Siluman dari Marbau

This gallery contains 7 photos.

Manna , 2017/06/13.02:47 WIB Beberapa Minggu terakhir warga Marbau sepertinya kedatangan sesorang “Tamu Hebat”. Tapi sayang satupun tak ada yang menyambutnya dengan penghormatan yang berarti. Bagaimana tidak, tamu tersebut datang dengan cara “Slonong Boy” saja. Saya katakan demikian karena kahadirannya … Baca lebih lanjut

Marbau Vs ” Marbau” Dalam Cerita

Oleh : Laskar  Charles  Al Marbawy. I Marbau, 14 November 2013

Assalamu’alaikum Wr Wb..

Ba’da Salam, lebih baik jika saya   mengucapkan Selamat Tahun Tahun Baru Islam 1435 H, dan Mohon maaf lahir dan Bathin kepada segenap Al Marbawy Love’r, walau sudah terlewat, tapi tak ada salahnya. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali…heheh…

Mencoba mengingat kembali satu topik yang pernah di bahas pada “Tempoe Doeloe” di group Al Marbawy, dimana seorang Ustadz (red*Guru Pesantren kami), pernah menyampaikan satu “pernyataan kemungkinan” melalui cacatan kecilnya, dimana hal tersebut  hingga kini masih menjadi tanda tanya besar dalam onak  saya. Apakah pernyataan itu benar atau salah. Namun dalam cacatan kecil ini tidak akan membahas benar atau salahnya pernyataan tersebut. Karena untuk menentukan keakuratan satu pernyataan, kita mesti melakukan kajian khusus dan mendalam untuk hal itu.  Oya,.. Sebelumnya,  soal judul catatan ini, jangan jadi masalah ya.. Memang rasanya kurang tepat… Ya monggo diberi judul yang tepat aja dech..heehe…. Eemmm…,

Menurut catatan Al Ustadz Muhammad Ali, yang dikutip melalui Group Al Marbawy, “nama Daerah kita (Marbau) (Kemungkinan) berasal dari jenis tanaman pohon/ kayu yang dapat dijadikan sebagai perabotan rumah tanggan seperti meja, kursi, lemari, tempat tidur, dll..”.

Jenis tumbuhan tersebut (marbau) mempunyai nama lain, yaitu “Moluccan Ironwood” atau “Instia palimbanica” yang terdapat hampir di seluruh kepulauan nusantara. Kayu ini masuk dalam daftar  deretan  jenis kelas, berkualitas tinggi, kuat dan mudah dibentuk untuk dijadikan perabotan rumah tangga.

Masih dalam  cacatan beliau tersebut, ada  kalimat-kalimat yang menarik perhatian saya;

Pertama; Atas keprihatinan  beliau terhadap. Al Marbawy Love’r yang mungkin tidak mengenal jenis tumbuhan/kayu tersebut.

Kedua ; Atas “tantangan/ajakan” beliau kepada Al Marbawy Love’r umumnya yang mau peduli untuk meneliti jenis tumbuhan/kayu Marbau tersebut untuk kemudian dengan harapan khusus kepada Al Marbawy Love’r yang studi di Fakultas/Jurusan Kehutanan  dapat  melestarikan jenis tumbujan ini…

Sempat saya “nyeloteh” berkomentari pada  catatan beliau waktu itu, apalagi karena motivasi dari Adinda Bayu Kiki Indriani yang luar biasa, sehingga saya jadi bergebuh semangat untuk ikutan dengan memberikan waktu ± 1 bulan untuk ikut “nimbrung” meneliti jenis tumbuhan/kayu Marbau tersebut,  dengan harapan ada teman-teman  yang kuliah di Fakultas Kehutanan serta di Polisi Kehutanan membantu saya untuk mencari kayu/jenis tumbuhan tersebut.  Namun hasilnya tak ubahnya seperti pepatah “maksud ati ingin mamoluk gunung, apo dayo gunung galunggung mamilih malotus daripada di poluk) hehe….afwan..sedikit mengeluarkan bahasa Marbau supaya tidak terlalu serius.

Hasil pencaharian informasi mengenai Jenis tumbuhan/kayu itupun nihil (O). Bahkan sebahagian dari mereka mengaku tidak mengenal jenis tumbuhan tersebut…Putuslah harapan, dalam bathin ku”..

Seiring dengan perjalanan waktu, tantangan itupun tak pernah terlupakan olehku setiap kali aku melihat pohon kayu yang besar, baik di Padang, Jambi, Pekan Baru, termasuk di Sumatera Utara ini, dalam hatiku selalu bertanya “kayu apa ini…?”,, walau kadang jawabannya juga tak tahu. Tapi dikota-kota besar yang ada tamannya/Ruang Terbuka Hijau, pohon-pohon tersebut selalu ditempeli Nama Jenis pohon. Namun tak satupun yang kutemui yang berlebel “Moluccan Ironwood, Instia Palimbanica, atau Marbau sekalian”..

Nah…Jauh-jauh aku mencari dan memperhatikan nama-nama kayu di setiap pohon besar, ternyata dikecamatan tetangga (Aek Kuo)  tepatnya di Pulau Angin (Ujung Padang)  masih terdapat jenis kayu Marbau. Tapi sayang seribu kali sayang, kayu terbut. tidak ada yang masih hidup, melainkan “posil-posil” nya sajalah yang terkubur sejak berpuluh-puluh tahun silam.

Konon, menurut warga setempat, Jenis kayu ini tergolong dalam jenis kayu langka, dan sulit untuk ditemui, bahkan Kayu ini sudah hidup sejak ± 200 tahun silam, “ujarnya”..

Untuk dapat kuceritakan pada anak-anak dan cucu-cucuku dikemudian kelak, aku meminta sedikit bagian kayu Marbau tersebut, kemudian ku olah menjadi bagian dari senjata khas daerah (Rencong Aceh)..heheh..Walaupun kurang Pas cara membuatnya, tapi intinya kayunya sudah melekat dan dapat disimpan menjadi koleksi barang bukti kepada Anak-anak dan cucu-cucu kita nantinya.

.

Foto : Kayu Marbau yang sudah siap dibakal untuk dijadikan Senjata Khas Daerah.

Foto ; Dan inilah dia, hasil dari kayu Marbau yang saya olah hingga menjadi senjata tajam Khas daerah,  tampak warna yang berbeda di Batang dan Sarungnya, itu kerena jenis kayu marbo juga terbagi-bagi, ada hitam, ada cokelat, dll…dan Alhamdulillah. Koleksi saya bertambah menjadi empat (4)  buah.

Image

Foto : Jenis  Keris, Jenis  Kujang, Jenis Rencong, dan Jenis Piso (Sumatera Utara).

Pengalaman yang luar biasa yang kudapatkan ketika mengolah kayu-kayu terebut hingga menjadi seperti itu. Dengan dipandu “Instruktur”, akhirnya kayu-kayu yang keras dan berkualitas itupun “lumpuh” begitu saja ketika diolah dengan teknik-teknik tersendiri dan dengan alat-alat yang lumayan memadai..

Loohh…kok lari dari jalur nih tulisannya..heheh..tak apalah,.. Apapun akhirnya, daku hanya berharap kepada Al Marbawy Love’r  untuk dapat menyelesaikan “tantangan/ajakan” Al Ustadz Muhammad Ali. Akhir kata seperti yang ditulis oleh Al Ustadz di akhir catatannya,..”Kayu Marbau yang merupakan kayu kualitas ekspor, saya punya harapan kita -kita putra dan putri Marbau mesti mempunyai kualitas yang tak kalah dengan kayu Marbau itu, terus melangkah untuk mencapai keberhasilan Hakiki Dunia Akhirat. Semoga… Aamiin Yaa Allah….” Tutup catatan  Beliau….

Karena beliau sudah menutup cacatannya, maka akupun ikut menutup tulisan ini, dengan harapan, “Walau keluar dari dubur ayam, akalu putih “telur” ambil. Tapi kalau yang keluar hitam “kotoran” yaaa Kabuuurrr.. Heheh.. Cuplikan Ceramah Almarhum Kh.Zainuddin Mz. Demikian saja,

Wassalmu’alaikum Wr Wb…

Galeri

Makam Siti Nurbaya & Pesona Gunung Padang

Padang, 14 Mei 2012. Pukul.15:13 Tak pernah terpikir sebelumnya bagaimana indahnya jika naik kepuncak gunung Padang yang posisinya tepat ditepi pantai Padang. Tapi setelah aku coba naik ke puncak gunung Padang, .Bersambung…..

Galeri

GALLERY

Galeri

Orang Kaya Semu

Mendengarkan dan menyimak bait syair lagu Bang Oma , (Rhoma*red), yang diberi judul “Gali Lobang Tutup Lobang”. Akhirnya saya membuat satu kesimpulan. Dimana kesimpulan ini bersifat relatif, yang boleh saja diterima atau sebaliknya. Persis syair itu terletak setelah interlut pertama … Baca lebih lanjut

Usaha Modal Kecil Untung Besar

Katanya sih…

1. Martabak Manis,

2. Mainan Anak,

3. Gorengan,

Dll..

Udah itu aja ya.. wek wek wek

Penipuan dengan Modus Delivery Order (DO). Cby Fried Chicken (CFC)/ Cby Group jadi Sasaran.

IMG_20171004_033450Kota Manna, 04 Oktober 2017.

 

Berbagai bentuk macam cara yang dilakukan orang untuk mencari makan, tak terkecuali para penipu-penipu via telephone yang belakangan ini makin marak. Peristiwa ini saya alami sendiri, dan sengaja saya post agar m1enjadi perhatian untuk kita semua untuk tetap waspada kapan dan dimanapun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Bermula saat itu (selasa,03/10/2017), lebih kurang pukul 13:03 saya mendapat panggilan telpon tanpa nama yang memesan 10 porsi ayam Goreng + Nasi + Minuman Aqua Botol ukuran medium dan meminta tolong agar makanan di antar kekantornya. Ia mengaku dari Polres, (tanpa menyebut nama Daerah). Karena Ia menyebut Polres, maka pikiran saya tertuju pada Kasat Shabhara Polres Bengkulu Selatan,  yaitu Aipda Asber Panjaitan, karena hanya dengan beliaulah saya sering berkomunikasi. Entah mengapa suara nya juga sangat mirip dengan beliau. 

Akhirnya dengan bergegas saya dan Istri saya menyiapkan 10 porsi makanan tersebut, karena permintaan nya memang ‘Kilat Express”  dengan alasan takut makan siang atasan terlambat. Hampir usai pembungkusan ayam goreng itu, tiba-tiba telpon itu datang lagi dan meminta jumlah porsinya di tambah lima porsi lagi. Jadi total nya 15 porsi dan meminta di buatkan nota. 

Setelah usai semuanya dan siap utk dihantarkan ke Polres, lagi lagi dia menelpon. Kali ini pimpinan nya langsung yang berbicara dengan saya. Ia mengaku namanya Pak Budi, sebagai Kasat Reskrim. Pesanannya pun bertambah lagi yaitu 2 bungkus Sampurna Mild, satu Kotak Tisue utk meja kantornya dan Pulsa 50.000 di kirim ke nomor pribadinya, yaitu 085249142497..  Pak Budi meminta agar semua belanjanya di jadikan satu nota dan menanyakan jumlah total semuanya yang saat itu berjumlah 261.000,-.

Tibalah saat nya saya mulai curiga, karena Ia mendesak minta isikan pulsa terlebih dahulu sebelum ke masuk menghadap keruangannya. Namun ketika saya tanyakan kantornya unit mana, beliau hanya jawab di Polres. Ketika saya minta penegasan kantor, Ia sempat keceplosan menyebut Polres Bengkulu Utara.  Karena saya desak kepastian kantor, akhirnya beliau mencocokkan alamatnya dengan Alamat Polres Bengkulu Selatan yang tadinya sempat saya ucapkan. 

Akhirnya sayapun mulai ragu. Karena ada was was di hati, saya menelpon Kasat Shabara Aipda Asber Panjaitan dan menanyakan langsung dengannya prihal tersebut. Beliau mengatakan tidak tahu soal itu,  untuk lebih jelasnya beliau meminta saya utk datang langsung ke Polres dan mempertemukan saya langsung dengan Kasat Reskrim. 

Setelah berhadapan langsung dengan Kasat Reakrim yg “Asli”, akhirnya terkuaklah semuanya , bahwa tidak ada yang bernama Budi, dan tidak ada memesan makanan apapun. Iapun kemudian menjelaskan bahwa pesanan itu adalah modus penipuan yang sudah sering kali terjadi di wilayah Hukum Polres bengkulu selatan berdasarkan laporan korban. Ada tukang sate, dan ada rumah makan, bahkan kerugian mencapai 300.000,- yang juga mencatut nama polres, kata Kasat Reskrim.

Dalam hati saya hanya melafalkan kalimat “alhamdulillah” tanpa henti, dan berdoa agar penipu itu cepat diberi hidayah Allah, dan Allah permudah juga saya mencari Rizeki yang halal dan baik untuk keluarga saya…. 

Untuk itu kembali saya tekankan, berhati-hatilah saat berniaga, terutama soal kirim kirim uang ataupun pulsa. Waspalah kata Almarhum Bang Napi, yang baru saja wafat beberapa hari lalu..

 

 

 

Tonton “wak uteh” di YouTube